Cerita-cerita dalam buku ini memiliki rasa seperti dongeng sebelum tidur. Ada kisah tentang perempuan yang mencintai seorang lelaki dari dunia berbeda, penari yang berubah menjadi marionette (boneka kayu), gamelan yang menyimpan banyak kenangan atas seorang ibu, dan kisah rumah hujan yang penuh keajaiban.
Mengambil gaya penuturan surealis, Dewi Ria Utari melibatkan juga idiom-idiom dari dunia tari, yang kerap menjadi sumber inspirasinya dalam menulis. Ilustrasi karya Lambok Hutabarat yang berkarakter kuat pun turut mempercantik buku ini.
sunggu suatu cerita yang unik karena mengangkat seni tari, fiksi dan cinta dalam sebuah karya novel yang unik
Posted by alfon | 24/07/2009, 11:01 am