Blog Bukudiskon

Archive for the ‘Psikologi’ Category

The Road Of Lost Innocence

In Berita, Buku Baru, Fiksi, Hot News, Petualangan, Psikologi on July 14, 2009 at 5:00 pm

Terjebak dalam dunia yang berbahaya dan membuat putus asa ini, dia menderita dari kebrutalan dan kengerian perdagangan manusia–pemerkosaan, penyiksaan, penghinaan–sampai akhirnya dia berhasil meloloskan diri dengan bantuan seorang pekerja sukarelawan Prancis. Dikuatkan oleh kebebasan, pendidikan, dan keamanan yang baru ditemuinya, Somaly pun mekar namun terus dihantui gadis-gadis yang ditinggalkannya di rumah bordil.

Memoar yang indah dan menggugah tentang tragedi dan harapan ini akan mengejutkan Anda dengan keberanian bertutur dan bertindaknya.


Depresi No Way

In Berita, Buku Baru, Inspirasi, Psikologi on March 22, 2009 at 3:18 pm
Depresi No Way

Depresi No Way

Pernahkah kamu merasa begitu putus asa hingga serasa hidupmu porak-poranda? Mungkin juga kamu mendengar remaja seusiamu mencoba meloncat dari balkon lantai lima. Atau ada remaja lain yang menghabiskan hari-harinya di kamar RS jiwa. Aaaah! Itu semua karena depresi.

Remaja sepertimu sering sekali merasa tertekan. Faktornya bisa karena kejadian dan persepsi. Suatu kali, kamu merasa kalau pacarmu menjauhimu. Lalu kamu membuat persepsi bahwa dirimu jelek dan tidak menarik lagi. Ketika pacarmu benar-benar pergi, kamu mulai menyalahkan diri sendiri hingga akhirnya kamu depresi.

Depresi bisa ringan, bisa sangat parah. Bila depresi terus berlanjut, saatnya meminta pertolongan. Buku ini memaparkan segala hal tentang depresi. Apa itu depresi? Apa penyebabnya? Bagaimana mengenali dan mencegahnya? Bagaimana cara menolongnya? Semuanya dikupas tuntas.

Buku ini membantu kamu dalam menjalani hidup yang lebih berkualitas, bebas dari depresi.


Menyingkap Karen

In Fiksi, Psikologi on November 22, 2008 at 2:01 am

Kisah Menggugah Seorang Dokter Jiwa dalam Merawat Seorang Wanita dengan 17 Kepribadian

Untuk pertama kalinya, kisah yang menyingkap kehidupan seorang penderita kepribadian gandadiceritakan oleh psikiater yang merawatnya. Buku ini adalah kisah mengesankan tentang seorang wanita muda yang terjerumus dalam kegelapan tak terbayangkan. Untuk bertahan hidup, dia menciptakan tujuh belas versi lain dari dirinya.

Pada 1989, seorang wanita bernama Karen Overhill menemui psikiater Richard Baer dengan keluhan depresi, kerap kehilangan ingatan dan memiliki kecenderungan bunuh diri. Setelah berbulan-bulan merawat Karen, Dokter Baer mendapat surat dari seorang gadis cilik bernama Claire yang ternyata adalah sosok lain dari diri Karen. Sejak itu, satu per satu dari ketujuh belas sosok lain Karen menampakkan diri kepada Dokter Baer. Perempuan, laki-laki, anak-anak–semua sosok itu berkumpul di dalam tubuh Karen, silih berganti muncul dengan karakter berlainan.

Apakah yang sesungguhnya terjadi pada Karen sehingga kepribadiannya terbelah? Kekerasan masa kecil seperti apakah yang menjadi akar penyakitnya? Melalui terapi selama delapan belas tahun, Dokter Baer berusaha menyingkap seluruh misteri yang menghantui Karen dan membebaskannya dari trauma masa lalu yang membelenggunya.

Penulis: Richard Baer, mantan ketua Illinois Psychiatric Society, sekarang tinggal di Chicago, Amerika Serikat.

Kisah yang menggugah dan gamblang …Publishers Weekly

Cinta Pedofilia Yang Galau

In Fiksi, Psikologi on November 17, 2008 at 12:38 am

Lolita

Sumber: Harian Rakyat Merdeka

Kadangkala, batas antara seksualitas dan keindahan karya seni menjadi sangat kabur. Tak terhitung ribuan patung dan lukisan yang memperlihatkan ketelanjangan diakui sebagai sebuah mahakarya seni sepanjang masa.

Hal inilah yang, mungkin, menyebabkan berlarut-larut pembahasan RUU Pornografi di Indonesia belakangan ini, karena dianggap menabrak batas kabur antara seni dan pronografi.

Sekilas, aroma seksualitas terlihat begitu dominan dalam novel ini. Tema yang begitu tajam mengenai pedofilia telah membuat karya ini sempat dilarang beredar di Amerika Serikat. Walau begitu, novel ini tetap dianggap sebagai novel terbaik sepanjang masa oleh sejumlah kritikus sastra.

Begitu populernya, sehingga novel ini sempat dua kali difilmkan. Adaptasi pertama dibuat tahun 1962 dengan bintang James Mason dan Shelley Winters, sedang adaptasi kedua dibuat tahun 1997 dengan bintang Jeremy Irons, Dominique Swain, dan Melanie Griffith. Film tersebut sempat membuat penulis novel ini mendapat nominasi Academy Award.

Lolita merupakan novel brilian yang ditulis oleh Valdimir Nabakov, seorang sastrawan Rusia-Amerika kelahiran St. Petersburg. Pada novel-novel awalnya, nabakov menulis dalam bahasa Rusia, namun ia kemudian dikenal dunia internasional lewat novel-novelnya yang berbahasa Inggris.

Novel Lolita yang ditulis tahun 1955 ini disebut sebagai salah satu novel yang paling penting dari abad 20. Karya-karyanya menampilkan keahlian Nabokov dalam permainan kata dan detil yang deskriptif.

Kata “Lolita” sendiri kemudian menjadi istilah budaya pop yang merujuk kepada seorang gadis kecil yang menjadi dewasa secara seksual lebih cepat dari semestinya. Majalah Time bahkan memasukkan novel ini dalam TIME 100 Best English-language Novels from 1923 to 2005.

Cerita dalam Lolita dinarasikan melalui pengakuan seorang profesor berusia setengah baya bernama Humbert Humbert yang terobsesi dengan seorang gadis remaja bernama Dolores Haze, yang kemudian disebutnya dengan nama panggilan “Lolita”.

Obsesi tersebut merupakan buah dari kegagalan cintanya dengan seorang teman masa kecil Humbert bernama Annabel Leigh, yang kemudian meninggal karena sakit typus.

Puluhan tahun kemudian, kekagumannya beralih kepada sosok Dolores Haze, yang kebetulan dilihatnya ketika berjemur di taman. Dolores dianggapnya sebagai “titisan” dari Annabel.

Obsesinya yang begitu buta terhadap Dolores membuatnya menempuh berbagai cara yang gila, salah satunya adalah menikahi ibu Dolores!

Sementara Ibu Dolores sendiri, Charlotte Haze, merupakan seorang janda yang lama ditinggal oleh suaminya. Sayangnya, cinta Humbert kepada Dolores bertepuk sebelah tangan. Dolores yang masih begitu muda dan lugu menampik ajakan Humbert untuk hidup bersama.

Novel ini ditulis dengan gaya tragicomedy yang penuh parodi dan satir yang getir. Cerita dituturkan lewat pandangan sang tokoh, Humbert Humbert. Perspektif ini merupakan pilihan yang tepat mengingat dengan cara itu Nabakov bisa melukiskan secara total kegelisahan batin, kegalauan hidup, hingga kebingungan-kebingungan yang dialami oleh sang tokoh.

Lebih jauh, Lolita merupakan novel klasik yang banyak menginspirasi para novelis belakangan. Keberadaannya mungkin bisa disejajarkan dengan Anna Karenina karya Leo Tolstoy atau 1984 karya George Orwell.

Awinullah, pekerja di MRBooks

(Artikel ini dikutip dari Arsip Resensi Buku Penerbit Serambi)